Oleh: Jauhari | Januari 2, 2012

2 MATEMATISI VS 1 TEKNISI

Pengarang: Jauhari

Cerita ini terjadi pada saat aku dan teman-teman sedang Kuliah Kerja Nyata Program PKBM di Desa Sukasari Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat.

Pagi itu, sekitar pukul 9.00 WIB, aku sedang membaca catatan FB pak Aljupri. Isinya tentang barisan bilangan yang memiliki pola tertentu. Tujuannya adalah menebak bilangan selanjutnya dan merumuskan polanya. Iseng-iseng aku mencoba memecahkannya. Beberapa menit sudah berlalu. Akhirnya aku pun selesai mengerjakannya. Sedang asyik-asyiknya utak-atik deretan angka, tiba-tiba Mia, teman sejurusan yang juga anggota kelompok KKN datang bersama teman-teman lain.

“Hu…. koporku tidak bisa ku buka, padahal kode bukanya sudah benar” ucap Mia.

“Mungkin kamu salah ingat kali, atau sudah ganti” sahut teman yang lain.

“Aku yakin kok. Ini sudah benar. Gimana dong?” tanya Mia.

“Nanti saya cari obeng dulu, supaya bisa membukanya, sepertinya macet” ucap kang Darwis yang juga anggota kelompok KKN kami.

“Gimana kalau kita mencoba dulu kombinasi angka yang lain? Kan siapa tahu kamu udah menggantinya” ajakku.

“Boleh saja” jawab Mia.

Lalu kami pun mulai mendiskusikan tentang kemungkinan kombinasi angka yg lain.

“Aku yakin kodenya adalah 111” ungkap Mia.

“Berarti ada tiga posisi digit. Bila masing-masing posisi digit diisi angka antara 0 sampai 9 dengan angka boleh berulang…” kataku.

“Artinya ada 10x10x10 kemungkinan alias 1000 kemungkinan!”

“Hmmm…banyak juga ya”

“Tunggu dulu, digit pertama ini kan ga bisa angka 0?”

“Berarti posisi digit pertama cuma ada 9 kemungkinan, yaitu dari angka 1 sampai 9“

”Jadi jumlahnya ada 9x10x10 yaitu 900 kemungkinan”

“Coba aja dulu kemungkinan-kemungkinan angkanya, siapa tahu kebuka”

Lalu dicobalah semua kemungkinan angka tersebut. Namun, hingga selesai pun tetap tidak bisa terbuka juga kopornya. Di saat tersebut, datanglah kang Darwis.

“Coba sini pakai cara teknik” kata kang Darwis.

Setelah diutak-atik kang Darwis, ternyata kopor tersebut bisa terbuka juga.

“Betul kan, memang kopornya macet nih” kata kang Darwis lagi. “Pake rumus apapun ya ga akan bisa” imbuhnya lagi. Lalu kang Darwis membetulkan kode koper itu.

Ha… ternyata skor 1-0 untuk keberhasilan kang Darwis.

(BASED ON THE TRUE STORY)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: